Ayah

Hmm .. ngomongin soal Ayah rasanya jadi gemeteran. Hehee. Ya dilihat aja dari keadaan, memang Ayahku sudah tenang dan bergembira di surga. Melihat anak-anaknya tumbuh dewasa dari atas. Mengharapkan anaknya kuat menghadapi cobaan hidup, mengharapkan anaknya menjadi penguat Ibu.

Ayah itu orang yang tidak akan pernah bisa digantikan dengan orang manapun. Tidak bisa digantikan dengan orang yang sebesar apapun, sekaya apapun, segarang apapun. Ayah sudah mempunyai karakternya sendiri untuk mendidik jagoan-jagoan kecilnya untuk bertumbuh dewasa. Jujur saja, aku memang tidak faham gimana rasanya dikasih petuah sama seorang Ayah. Usiaku baru dua tahun, beliau sudah diangkat ke surga  sama Allah. Aku Cuma bisa mengambil kesimpulan tentang Ayah dari kehidupan teman-temanku. Tapi aku juga bisa merasakan, dari cerita-cerita nenek dan kakekku.

Ayah tidak pernah bisa ditebak dalam satu keadaan. Dia mempunyai banyak karakter yang tersembunyi. Banyak kekuatan yang tidak bisa kita fahami, dan banyak kelemahan yang selalu berhasil ia sembunyikan. Terkadang ia terlalu keras mendidik anak-anaknya hingga anak merasa takut dalam zona Ayahnya dan lebih manja terhadap ibunya.

Menurutku, Ayah adalah pahlawan laki-laki pertama dikehidupan anak-anaknya. Ayah orang pertama yang mengajak anaknya keluar melihat dunia, melihat awan, melihat matahari, melihat alam. Mengajak sikecil berjalan dengan menggunakan motor kerjanya. Menghirupkan udara luar yang segar dengan penuh harap.

Banyak kerja keras yang ia lakukan siang malam untuk mendapatkan uang yang cukup. Memikirkan dengan baik bagaimana anaknya harus tumbuh menjadi orang yang kuat. Selalu berpikir untuk menjadikan buah hatinya sebagai teladan yang bisa ia banggakan. Mengharuskan anaknya untuk bisa tumbuh menjadi anak yang lebih hebat dari dirinya.

Terlalu banyak rahasia yang Ayah sembunyikan. Namun ia tetap diam pada kegagahannya, ia tetap pada tubuh yang kuat, hati yang sabar dan tindakan yang tegas. Semakin ia tua, semakin terlihat bagaimana kerja kerasnya selama ini demi keluarga. Ia mulai menjadi laki-laki yang lemah tapi tidak pernah kehilangan semangat. Ia tetap bekerja keras pada apapun yang ia bisa kerjakan untuk keluarganya.

Ayah memang tidak banyak berbicara, namun tindakannya selalu memberi banyak pelajaran yang bisa didapatkan oleh anak-anaknya. Ia selalu melakuakan sesuatu yang membuat anaknya mempelajari hal yang harus diketahui. Terutama untuk anak laki-laki. seperti yang sudah aku tau dari banyak temanku, tentang seorang ayah yang selalu mengajak mereka keluar. Entah kemana pun, mereka selalu mendapatkan sesuatu yang bisa mereka pelajari dari Ayahnya. Sebagai anak perempuan pun juga, mereka selalu bercerita.

‘Ayahku itu yang terbaik, dia selalu membawaku pada hal yang baru. Memberiku pelajaran lebih luas, mengajriku rasanya tetap kuat saat aku tidak mendapatkan apa yang aku mau. Kadang satu kalimat yang ia ucapkan, aku bisa memaknainya menjadi seribu arti dikehidupan ini’

‘saat ayahku meninggal, aku memang merasa semua hidupku akan memilukan. Semua akan menjadi sangat berat. Tapi Ayah pernah mempercayaiku sebagai anak yang selalu bisa. Apapun yang aku mau dia selalu mengatakan aku bisa. Padahal, aku sendiri tidak percaya, tapi dia memberiku kepercayaan itu. Saat aku merasa dunia ini keras, Ayah selalu membantah ‘sekeras apa dunia. Seperti tidak punya Tuhan saja’

Ia terlalu kuat untuk ditiru. Ya, ikuti apa yang ia lakuakan. Jadilah kuat tanpa menirunya.  Kuat seperti dirimu sendiri. Kuatlah seperti Ayah menguatkan dirinya sendiri untuk keluarganya. Ingatlah apa yang ia lakukan, ingat apa yang ia katakan. Jadilah yang lebih kuat seperti yang ia ajarkan, jadilah calon Ayah yang membanggakan anak-anaknya. Calon Ayah yang dibanggakan anak-anaknya nanti seperti kalian membanggakan Ayah kalian saat ini.

untuk yang sedang bersama Ayahnya sekarang, baik-baik ya sama Ayah. Waktumu sangat berharga untuk mempelajari arti kehidupan keras ini pada Ayahmu. Jangan takut dengan kerasnya Ayah padamu, ia hanya membangun karakteristik pahlawan untuk dirimu esok

untuk Ayah Ayah yang sudah di surga bersama Ayahku. Jangan bersedih hati. Aku tau apa yang kalian rasakan. Kalian jangan menyerah. Ayah sudah mengajarkan kalian untuk menjadi orang yang kuat. Ikuti apa yang telah Ayah katakan. Ayah hanya ingin melihat kalian tumbuh kuat menghadapi cobaan hidup ini, tidak ingin melihat kalian bersedih karna dikalahkan cobaan. Tenang.. kalau rindu, kalian masih bisa memeluknya lewat doa. Berbicara dengan Ayah lewat doa. Aku juga rindu dengan Ayahku. Tapi aku selalu tersenyum sendiri kalau aku merindukannya. Soalnya aku punya janji sendiri pada beliau, aku janji membanggakannya. Jadi kalau aku mau nangis karna rindu, dan mengandai-andai agar Ayah hidup, aku mengelaknya cepat-cepat, aku merindukannya karna aku ingin mendapatkan semangat darinya, sambil mengingat janjiku sendiri, anggep aja saat kamu mengingat Ayah, lha itu Ayahmu lagi disebelahmu kok. Ngapain sedih.

 Jadi, kalian punya janji apa nih sama Ayah? Wake up ya. Jangan jadi orang lemah. Yang laki-laki, kalian calon Ayah, yang kuat ya. I’ll be appreciate with you to be the best father for  your lovely child tomorrow.


Req : M.Tahajjudin R 

0 comments:

Post a Comment

Komentar