Reading
Add Comment
Se-realistis
apapun hidup Aku disini, pasti Aku juga punya sisi Fiksi di televisi Tuhan. Aku
memerankan diriku memang apa adanya, secara nyata, kasat mata. Secara bukti
semua orang yang dekat pada Aku. Bahwa memang mereka mengenal Aku, mereka semua
hidup realistis. Namun Aku, pun mereka, punya Fiksi hidupnya masing-masing, yang
itu hanya kalian dan Aku sendiri yang tau (ini juga Fiksi). Karena Tuhan pun
tahu (kalian membaca tanpa sadar) dan lebih Realistis terhadap peran kita. Secara
kasat mata maupun hati dan pikiran Aku.
Aku secara realistis berpendapat bahwa prilaku hidup kalian tak pernah apa adanya.
Em-hem, Munafik.

0 comments:
Post a Comment
Komentar