Reading
Add Comment
Ceritanya
anak kos cewek-cewek tuh disini tiap malem kerjaannya sharing perasaan melulu. Dari
yang biasa sampai yang terdalam. Ceritanya nyambung tidak akan selesai kalau
salah satu dari mereka tidak ada yang merasa lapar atau ngantuk. Untung Tuhan
ngasih rasa itu pada setiap diri manusia. Kalau enggak, mungkin hidup ini
dosanya numpuk dimasalah rumpik.
Jadi
tadi tu ciwik-ciwik lagi pada rumpik masalah kiriman orang tua tiap bulan. Disini
posisinya ada yang habis bangkrut jatah bulanan, gara-gara borosnya minta
taubat. Uang sekian dihgunakan dalam jangka waktu yang cukup cepatlah kalau
dihitung-hitung. Ukuran uang mahasiswa paling berapa sih. Apalagi hidupnya di
Yogyakarta. Kurang irit apa hidup disini?
Setelah
di introgasi oleh kepala suku, yaitu Bapaknya, dia ini (sebut saja bulan) tidak
bisa menjawab untuk apa saja uang yang sudah dipakai selama beberapa bulan itu.
Bukti print tabungan tidak bisa berbohong. Dan, dia tidak bisa jawab, untuk apa
saja uang itu. Karena memang kalau secara tidak sadar sih ya, namanya belanja
kalau kitanya nggak pinter-pinter nyatetin pengeluaran sih amblas. Lupa seketika
uang untuk beli apa aja. Tiba-tiba habis. Rasanya nggak ngeluarin duit buat
apa-apa, padahal kalau pengen baju langsung beli, ini beli, itu beli, merasa
uangnya masih cukup. Sampai akhirnya baru nyadar uangya sudah berupa
barang-barang yang nggak seharusnya dibeli.
Akhirnya,
dia hanya bisa menangis dan mendengarkan semua kemarahan Bapak dan Ibunya. Sampai
diputuskannya ia hanya mendapat jatah Rp.200 ribu per minggu, dan urusan
membayar kos tanggung sendiri. Bulan rumahnya Solo. Tiap minggu dia pulang ke
desa. Tapi bisa dibayangkan uang bensin saja pulang pergi berapa?, uang makan
selama lima hari paling nggak per harinya Rp.20.000 lah dihitung boros. 20x5 =
100. Belom lagi si Bulan adalah mahasiswi akhir. Print out revisi skripsi sana
sini berlembar-lembar. Belom juga penghidupan paket samrtphoe Rp.50rb. Kasihan si
Bulan.
Aku
juga penasaran sama kalian semua, yang perantau Jogja lah. Atau nggak mahasiswa
yang kuliah jawa tengah, Sebulan jatah makan aja berapa, ya? diatas Rp.500.000
nggak, sih? Terus, kalau jatah bulanan kalian habis, gitu berani minta kiriman
lagi, gitu?
Dari
rumpik malam ini yang kita ambil sih, Kita semerepet-merepetnya uang nggak
pernah mintak uang lagi kalau emang udah jatahnya. Pertanggung jawaban harus
bisa dipegang sama diri sendiri. Tapi aku juga penasaran sama anak rantau yang
dari berbagai kota, misal jatah mereka sejuta lah sebulan. Bayar kos dan makan.
Tapi mereka bisa nge-trip kemana-mana. Itu yang sampai sekarang aku
pertanyakan. Apakah mereka nyelengin duit diam-diam? Atau mintak orangtua? Atau
kerja smpingan diam-diam? Yang pasti aku iri sama mereka kalau emang sejuta/500
perbulannya tapi masih bisa nge-trip keluar kota. Tetep aku penasaran gimana
strategy management finance nya itu looooh. Duh rek. Ajarin aku. KALIAN TU
MANGANE OPO?! Hmmm...
Curhat
orang kurang piknik. Skip -

0 comments:
Post a Comment
Komentar