Reading
Add Comment
11:57
Malaca,
28/02/2014
Hari
ini memang dari pagi firasat sudah buruk. Mau berangkat kerja rasanya lemas,
tidak bersemangat, dan perut sakit. Tidak taunya memang hari ini bisa dibilang
kesalahan yang kuulangi. Intinya, saya adalah orang yang tergesa-gesa. Jadi
kalau lihat orang tidak mood bicara, saya juga akan kehilangan mood. Untuk saat
itu juga aku akan mengoreksi tingkah laku saya. Seakan-akan semua ada
keterlibatan antara saya dan tidak moodnya orang itu bicara. Jadi, hari ini
saya bikin mistakes yang dibuat lucu. Trimakasihku hari ini dengan Chef Tan,
dan Anif. Untuk maaf ku hari ini pada encik Samsudin, maaf dan trimakasih jadi
satu.
Jadi,
hari ini ada function dihotel dengan 15 pax.
Sebagai pemula yang belum genap satu minggu, saya tidak tahu bagaimana seharusnya
kalau ada function. Encik Samsudin mulai mengajari table set orang Malaysia.
Cukup paham dan mengerti. Acara function selesai pukul 19.00 bagian Malaysia
dengan lumayan lancar. Karena, terimakasihku pada Chef Tan yang membantuku menuntun
untuk mengajari apa yang harus saya lakukan saat guest datang. Karena saat itu
saya hanya ditinggal sendiri oleh encik Samsuddin. Hari ini saya kerja hanya
dengan Encik Sudin. Tanpa Yusuf. Tapi Alhamdulillah (sepertinya) function tadi lancar.
Masalahnya
hari ini adalah tentang room service.
“hello
good afternoon room service Vita speaking may I help you?”
Guest
menyebutkan pesanan dan saya menutup telephone dengan rasa ganjal. And, you
see.. saya lupa menanyakan nomer kamarnya. Reflex saya menggigit keras-keras
bibir bawah dengan menahan nafas untuk mengatakan hal ini pada encik Sudin.
Dia
hanya bilnag “terus? Macem mana ini? Saye pun tak tau. Susah kalau macam ni”
Saya
hanya bisa diam merapatkan kedua tangan didepan mulut menutupi rasa salah
dengan menggigit bibir bawah lebih keras sambil berusaha mengatakan maaf “maaf
Encik. Saye lupa Tanya”
Encik
Sudin pun daritadi siang terlihat sangat pusing dan sedikit tidak mood. Dia
bilang sedang pusing, penat. Kemudian Encik Sudin coba menghubungi pihak FO
menanyakan orang melayu yang datang hari ini. Alhamdulillah nemu.
Kesalahan
kedua ; room service diantar oleh Encik Sudin. Saya menunggu MP123. Ada dua
guest datang hanya pesan minum. Okelah saya bisa mengatasi. Hingga akhirnya …
“Bill”
Saya
click room service area. Mati !
Bill
sudah print. Saya kepalang. Mulai denyut nadi tidak beraturan. Akhirnya saya
bill guest, kemudian saya hanya bisa merunduk. Anif panic melihat saya. Dia
datang ke tempat cashier.
“aku
salah click bilik, Nif” curhatku pada Anif.
“kok
iso? Ha yowislah rasah dipikir. Menungso ki mesti duwe salah kok. Arane wae
belajar” hibur Anif . tapi saya tidak bisa memungkiri atas kecerobohan dan
ketidaktelitian saya hari ini, akhirnya airmata keluar percuma. Tidak lama
kemudian Anif balik ke kitchen dan Encik Sudin datang dari mengantar pesanan
room service.
“Vita
kemane?” Tanya Encik Sudin. Memang saya tidak manampakkan diri karna sedang
mengaliri air mata. Saya merunduk di bawah meja bar.
Kemudian
saya samar-samar mendengar Anif berbicara pada Encik Sudin kalau saya sedang
menangis karena salah click room service area. Chef Tan langsung tertawa dan
bergurau dengan Encik Sudin.
“ape
lah kau buat nangis macam tu. Bagaimana ni room service bayar ha?”
“tak
tau Encik. Saya tadi salah tekan tombol”
“ah
kau lah bayar ni room service order, RM.49.00”
Chef
Tan semakin tertawa melihat saya dikerjain Encik Sudin. “aeh aeh sudelah Din
kasian itu anak orang kau kasih tangis”
“tak
chef saye tak nangis” elak saya.
Chef
Tan tersenyum “tak usah nangis lah. Namanya juga belajar. Tak ape tak ape. Esok
kalau kau dapat call room service biasaken tanye dia punya room dulu, ya?”
Semua
selesai begitu saja. Tapi tetap saja saya masih merasa bersalah karena ketidak
telitian saya. Semoga tidak terjadi lagi.
Thanks
today : Chef Tan, Anif, Encik Sudin .
Semoga
hariku menyenangkan …
Curhatan anak Trainee (Malaysia)
Trainee Malacca

0 comments:
Post a Comment
Komentar